Jumat, 30 Oktober 2009















GERAKAN KEPANDUAN

Gerakan (Pramuka) kepanduan di Pondok Modern sangat dipentingkan dan maju. Bahkan kepanduan di sini mengandung maksud mendidik kader, sehingga apabila pelajar itu terjun kemasyarakat sanggup memimpin kepanduan di daerahnya. Hal itu sangat perlu, sebab kita tahu bahwa kepanduan mengandung unsur-unsur pendidikan yang penting.
Semua pelajar di Pondok Modern aktif menjadi anggota kepanduan/Pramuka. Hal itu dapat terlaksana dengan baik karena mereka semua tinggal dalam asrama.
Untuk meluaskan pandangan dan menambah pengalaman, Pramuka Pondok Modern aktif mengikuti gerakan-gerakan kepanduan yang ada di tanah air, misalnya dalam jambore-jambore yang diadakan.
Di antara anggota kepanduan Pondok Modern ada yang pernah dikirim untuk mengikuti jambore International. Yaitu yang pertama jambore Kuala Lumpur pada tahun 1945, yang kedua Jambore Makiling di Philipina pada tahun 1959, dan juga Jambore di Mekkah pada tahun 1967 sebagai ketua Delegasi.

PRAMUKA GONTOR

Hai friends, ne syamsul...
ini adalah pondokku, ana harap MTsN 2 bisa mencontoh prmuka gontor...
karena bnyak pengalaman yang ana dapatkan dari prmuka gontor...
pramuka yang benar-benar. pramuka sejati...
pengalamannya lebih seru, hebat...

Selasa, 10 Maret 2009

KOTA MEKSIKO - Paleontologis berhasil menemukan fosil kura-kura laut yang diprediksi telah berumur 72 juta tahun lalu.

Dilansir melalui AFP, Jumat (6/3/2009), fosil kura-kura ini telah ditemukan di bagian barat Kota Meksiko oleh para ahli purbakala dari National Institute of Anthropology and History (INAH).

"Ini merupakan kura-kura laut yang berasal dari spesies Chelonia. Spesies ini merupakan yang tertua karena sebelumnya diprediksi jenis Chelonia tertua hanya sampai berusia 65 juta tahun lalu yang ditemukan di New Jersey, Amerika," ujar ilmuwan INAH.

Fosil-fosil tersebut total terdapat enam buah yang ditemukan di beberapa titik yang berbeda. Kura-kura jenis ini hidup 72 juta tahun lalu di zaman Cretaceous. Spesies ini pula yang kini menjadi cikal bakal Kura-kura hijau.

Ukuran fosil kura-kura ini memiliki panjang satu meter dengan lebar 70 sentimeter
WASHINGTON - Hubungan kuda dengan kehidupan manusia sudah dikenal dalam perjalanan sejarah peradaban manusia. Namun tahukah anda, sejak kapan kuda bersahabat dengan kehidupan manusia?

Penemuan peninggalan arkeologis sisa kebudayaan Botai di Kazakhtan mengungkapkan, kuda telah digunakan manusia sejak 5.500 tahun lalu. Hal itu 1.000 tahun lebih awal dibandingkan apa yang selama ini diyakini masyarakat. Arkeolog kemudian meneliti fosil tulang dan gigi yang ditemukan di kawasan pegunungan Ural, di sebelah utara Kazakhtan.

Arkeolog menyatakan, manusia telah berhasil menjinakkan kuda untuk digunakan sebagai transportasi atau bahan makanan. Manusia memerah susu dan memanfaatkan daging kuda untuk dikonsumsi sehar-hari.

"Apa yang menjadi kunci dari peninggalan kebudayaan Botai adalah manusia tak hanya menjinakkan kuda tapi memakan daging kuda, menungganginya, dan memerah susu sejak masa awal pemanfaatan kuda," ujar peneliti University of Exeter, Inggris, Alan Outram, seperti dilansir melalui Associated Press, Jumat (6/3/2009).

Outram juga menjelaskan, sejak berhasil menjinakkan kuda, perkembangan peradaban manusia berubah dengan cepat. Pemanfaatan kuda memiliki dampak dalam bidang sosial, dan ekonomi yang cukup signifikan.

Para peneliti percaya, jika mobilitas manusia dengan transportasi kuda menyebabjan terjadinya penyebaran bahasa dan unsur-unsur kebudayaan lainnya

GOOGLE SERVICE

VIDEO