Senin, 16 Juni 2008

Pomi Si Robot Pinguin, Mampu Berinteraksi


SEOUL - Peneliti asal Korea Selatan meluncurkan model robot peliharaan terbaru. Sebuah Pinguin bernama Pomi yang diklaim dapat berinteraksi dengan manusia.

Pomi merupakan kepanjangan dari Penguin Robot for Multimodal Interaction. Ia diklaim oleh sang penemu memiliki kemampuan melihat, mendengar, menyentuh dan menyium bau. Kemampuan ini dapat dibuktikan dengan perubahan pada wajah sang robot.

Robot ini merupakan hasil kembangan dari para peneliti di Electronics and Telecommunications Researcher Institute (ETRI). Mereka pun akan mulai menyempurnakan Pomi sehingga dapat segera dikomersilkan pada kahir bulan depan.

Robot tersebut dapat menggerakkan bibir, alis mata, bahkan menggerakkan matanya secara bebas sebagai bentuk dari ekspresi emosi yang ada di dalam dirinya. Bahkan sebuah kotak dalam dadanya akan menampilkan detak jantung yang berbeda sesuai dengan suasana hatinya.

Pomi diprogram untuk dapat menjawab tuannya melalui teknologi pengenalan suara dan beberapa sensor berbeda memungkinkannya untuk mengenali dan mencari lokasi orang lain.

"Teknologi ekspresi emosi dan fungsi interaktif telah digunakan di Pomi. Teknologi ini juga akan di-upgrade untuk kepentingan industri robot rumahan, manufaktur dan kebutuhan robot pintar lainnya," ujar juru bicara ETRI seperti dilansir melalui AFP, Sabtu (14/6/2008). (srn)

Permen Karet Mampu Sembuhkan Pasien


CALIFORNIA - Mengunyah permen karet dipercaya dapat menyembuhkan sisa-sisa operasi perut dengan cepat. Hal ini dikarenakan aktivitas mengunyah dapat meningkatkan homon gastrik pasien.

Temuan ini didapat melalui penelitian seorang dokter bedah. Ia selalu memperbolehkan pasiennya pulang dua hari setelah operasi berlangsung. Padahal idealnya pasien operasi diperbolehkan pulang setelah menginap lima hari lebih di rumah sakit.

Dilansir melalui Ananova, Sabtu (14/6/2008), sang dokter ternyata selalu menyarankan pada setiap pasiennya untuk mengunyah permen karet sehari tiga kali selama 30 menit, waktu pagi, siang dan malam hari. Aktivitas mengunyah permen karet ini dipercaya akan mampu meningkatkan hormon lambung (gastrik) pasien.

"Seiring dengan kunyahan tersebut maka lambung pasien akan terstimulasi sehingga dapat melakukan aktivitas makan dengan normal selama dua hari," ujar konsultan kesehatan Harriet Wright yang telah melakukan penelitian ini selama enam bulan terhadap 67 pasien operasi lambung di rumah sakit pusat Dorset di Dorchester.

Menurut Harriet, pasien yang dapat melakukan aktivitas tersebut secara rutin dapat langsung pulang dua hari setelah operasi. Dua hari lebih cepat dibandingkan pasien yang tidak melakukan aktivitas tersebut.

"Permen karet membuat pasien cepat sembuh dan dapat pulang ke rumah lebih awal. Kami sekarang merekomendasikan aktivitas tersebut kepada semua pasien kami di sini," pungkas Harriet

Lab Jepang Dibuka, Discovery Mendarat Aman


Pesawat Discovery (Foto:AFP)
CAPE CANAVERAL - Pesawat luar angkasa Amerika Serikat telah mendarat dengan aman setelah berhasil menjalankan misi 14 hari mengantarkan sekaligus membuka laboratorium milik Jepang di stasiun luar angkasa internasional.

Di bawah terik matahari, pesawat yang berawak tujuh astronot tersebut mendarat pada 11:15 am waktu setempat, atau pukul 15:15 waktu GMT, di landasan Kennedy Space Center di Cape Canaveral setelah melewati semenanjung Yucatan, Mexico, wilayah yang dilalui saat Discovery masuk menembus lapisan atmosfer bumi.

"Pendaratan yang cantik, Mark. Selamat atas misi yang hebat," tutur komandan staf resmi Mark Kelly dari ruang kontrol kepada awak Discovery, yang dikutip AFP, Minggu (15/6/2008).

"Misi yang sangat baik untuk kita semua sebagai tim besar yang telah membangun stasiun menjadi lebih besar, menjadi lebih baik," lanjut Kelly.

Setelah menjelajahi 217 orbit dan sekira 9,2 juta kilometer perjalanan mengelilingi bumi, Discovery melakukan pendaratan ke bumi dengan kecepatan lebih dari 20 kecepatan cahaya sebelum diperlambat saat proses pendaratan.

Suhu 'Ngebut' Naik, Danau Baikal Mendidih


NEW YORK - Danau terbesar sekaligus terdalam di dunia, Baikal, dilaporkan telah mendidih karena mengalami kenaikan suhu lebih cepat dalam 60 tahun terakhir.

Hal ini, seperti dilansir LoveEarth, Minggu (15/6/2008), diperkirakan akan mengancam keberlangsungan berbagai spesies yang hidup di perairan tersebut dan sekitarnya.

Danau Baikal yang terletak di Siberia, Rusia, ini disinyalir memiliki 20 persen ikan air tawar yang ada di dunia, sekira 2.500 spesies yang tak dapat ditemukan di tempat lain. Bahkan, di antaranya terdapat satu-satunya anjing laut air tawar.

Suhu air danau Baikal yang terletak di Siberia, Rusia, dikabarkan telah mengalami kenaikan suhu hingga 1,21 derajat Celcius sejak 1946 silam akibat perubahan iklim, "mungkin hampir tiga kali lipat lebih cepat dibandingkan suhu udara global," kata seorang profesor dari Wellesley College Amerika Serikat yang juga menulis karya tulis ilmiah dalam jurnal Global Change Biology edisi Mei 2008, Marianne More.

Selanjutnya, Moore mengatakan, anjing laut air tawar yang membesarkan anak-anak mereka di atas lapisan es dapat sangat menderita karena hal tersebut. Anak-anak anjing laut air tawar juga lebih rentan terhadap serangan predator jika tak ada lagi gua-gua es sebagai tempat terlindungi.

"Berkurangnya lapisan es akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan pemanasan global itu sendiri," pungkas Moore.

GOOGLE SERVICE

VIDEO