Kamis, 15 Mei 2008

Rp1/ Karakter, Tarif Baru SMS Esia


JAKARTA - Bakrie Telecom kembali menggebrak dunia telekomunikasi dengan pemberlakuan tarif SMS yang tidak biasa. Kali ini mereka membebankan biaya SMS berdasarkan jumlah karakter.

Setiap pengiriman SMS dari Esia ke lintas operator maupun ke sesama Esia, Bakrie Telecom membandrol setiap huruf dalam SMS tersebut seharga Rp.1. Mekanisme ini memang terbilang 'out of the box' karena pemberlakuan tarif SMS biasanya berdasarkan jumlah pengiriman, seperti satu kali pengiriman seharga Rp.250.

"Ini merupakan mekanisme tarif SMS pertama di Indonesia, bahkan di dunia. Kami memberikan tarif murah untuk SMS ini sebagai bagian dari komitmen kami untuk meneruskan strategi value for money yang sudah kami terapkan sejak awal. Intinya, pelanggan hanya membayar sesuai dengan apa yang telah mereka terima," ujar Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom Erik Meijer di sela peluncuran SMS Rp1 per karakter di Gedung Setiabudi Kuningan, Jakarta, Kamis (15/5/2008).

Menurut Erik tarif SMS tersebut bukan merupakan tarif promosi melainkan tarif tetap yang akan berlaku selamanya untuk pengiriman SMS ke sesama Esia maupun ke operator lain. Bahkan Erik percaya pemberlakukan tarif SMS ini akan menarik lebih banyak pelanggan sehingga dapat memenuhi target pelanggan Bakrie Telecom hingga akhir tahun ini yang diharapkan akan mencapai 7 juta pelanggan.

Saat ini, hingga kuartal pertama tahun 2008, Bakrie Telecom telah berhasil menggaet sekira 4,5 juta pelanggan.

Untuk mengantisipasi lonjakan SMS setelah mekanisme tarif ini diberlakukan, dipaparkan Wakil Dirut Jaringan Bakrie Telecom M Danny Buldansyah, Bakrie Telecom berupaya untuk menambah kapasitas jaringan sebesar dua hingga tiga kali lipat. "Peningkatan kapasitas ini akan dilakukan secara bertahap. Saat ini baru ditingkatkan sekira 50 persen," ujar Danny. (srn)
Berita Terkait:

* Esia Tambah Gerai di Surabaya
* Informasi Olahraga Terkini Bagi Pelanggan Esia
* Bakrie Telecom Kembangkan Menara Bersama
* Pelanggan Esia Berkesempatan Menghasilkan Uang

Telkomsel Sasar 70ribu Pelanggan Prepaid Untuk Blackberry


JAKARTA - Telkomsel kini memungkinkan 96 persen pelanggan prepaid-nya untuk menggunakan layanan Blackberry. Hingga akhir tahun ini mereka menargetkan sekira 70.000 pelanggan prepaidnya akan bergabung dalam komunitas pengguna Blackberry.

Selama ini penggunaan layanan Blackberry hanya mencakup pelanggan-pelanggan yang menggunakan kartu pascabayar. Namun karena pelanggan operator plat merah ini mayoritas terdiri dari pelanggan prabayar, hal ini membuat Telkomsel pun melihat adanya peluang yang cukup besar untuk digarap.

"Dari sekira 50 juta lebih pelanggan Telkomsel, sekira 96 persennya merupakan pelanggan prepaid. Hal ini tentunya menjadi milestone tersendiri dimana sebelumnya di Indonesia, layanan Blackberry hanya bisa dinikmati oleh pelanggan pasca. Bahkan di tingkat Internasional. Telkomsel merupakan operator pertama yang meluncurkan layanan ini dengan metode yang cukup mudah, hanya dengan SMS," ujar VP Marketing dan CRM Telkomsel Hendri Mulya Sjam saat peluncuran Telkomsel Blackberry Prepaid di Dragonfly Graha BIP, Jakarta, Kamis (15/5/2008).

Menurut Hendri saat ini saja pelanggan Blackberry baru mencapai angka 6200-an. Angka tersebut paling banyak dihadirkan melalui kontribusi para pelanggan korporat yang mencapai 5000 pelanggan Blackberry. Sedangkan pelanggan perorangannya hanya mencapai 1200 pelanggan saja. "Itu pun hanya mereka yang sudah menjadi pelanggan pascabayar Telkomsel, bukan pelanggan prabayar," tegas Hendri.

Dari 96 persen pelanggan prepaidnya, Telkomsel menargetkan hingga akhir tahun ini sekira 70.000 pelanggannya akan menggunakan Blackberry. Angka ini pun diyakini Telkomsel akan terlampaui seiring dengan penurunan harga handset-handset yang memiliki kemampuan layanan Blackberry.

Kelebihannya, lanjut Hendri, layanan Blackberry Telkomsel Prepaid ini dapat dinikmati tidak hanya dengan menggunakan handset Blackberry yang dikeluarkan oleh vendor induknya, Research in Motion (RIM), tapi juga dapat digunakan oleh handset lain keluaran Nokia, Sony Ericsson dan Motorola. Hanya saja jika penggunaan Blackberry dilakukan melalui handset lain maka layanannya pun cukup terbatas, hanya bisa mengirimkan dan menerima email saja.

Sedangkan untuk layanan roaming internasional Blackberry, Telkomsel memiliki layanan roaming internasional di sekira 20 hingga 30 negara saja. Untuk itu Hendri berjanji untuk terus berekspansi ke negara-negara lainnya guna meng-cover layanan roaming internasional ini. (srn)
Berita Terkait:

* Telkomsel Blackberry Prepaid Pertama di Asia
* ARPU Terbesar Telkomsel dari Pelanggan Korporat
* 42% Warga Natuna Gunakan Telkomsel
* simPATI PeDe 13: Lebih Murah Hingga Menit ke-13
* Rp.13/Detik ke Operator Lain Pakai Kartu As

Rabu, 14 Mei 2008

WorldWide Telescope Resmi Diluncurkan Microsoft


SEATTLE - Setelah beberapa waktu lalu, Worldwide Telescope diperkenalkan Bill Gates pada Presidential Lecture di Jakarta, hari ini Microsoft Corp meluncurkannya secara resmi produk berbasis Web yang mampu meng-capture berbagai objek jagat raya dengan proses zooming yang cepat

WorldWide Telescope, yang dikembangkan oleh Microsoft sendiri, mengadopsi gambar-gambar dari Hubble Space Telescope, Chandra X-Ray Observatory Center, Sloan Digital Sky Survey, dan badan-badan astronomi lainnya.

Pengguna komputer dapat menjelajahi isi luar angkasa meliputi galaksi dalam perjalanan dari bumi dengan menggunakan situs yang dikembangkan para ahli astronom dan akademisi. Situs ini juga membolehkan pengguna untuk menikmati angkasa luas dengan berbagai pilihan teleskop yang berbeda dan macam-macam pilihan panjang gelombang.

"The Worldwide Telescope adalah perangkat yang sangat bermanfaat untuk sains dan dunia pendidikan, di mana semua orang dimungkinkan untuk menjelajahi alam semesta," papar Chairman Microsoft, Bill Gates dalam pernyataannya kepada Associated Press, Selasa (13/5/2008).

Jumat 9 Mei, di tengah kuliahnya di Indonesia dalam acara bertajuk Presidential Lecturer yang diselenggarakan oleh KADIN, William (Bill) Gates juga sempat mendemokan produk berbasis Web-nya ini, dan sempat membuat takjub para undangan yang hadir ketika itu.(cdr) (srn)
Berita Terkait:

* Microsoft Auto Untuk Hyundai dan Kia
* Tanpa Yahoo Microsoft Tetap Perangi Google
* Microsoft Menimbang Ulang Penarikan WinXP
* Windows XP SP3 Masuki Tahap RTM
* Microsoft Gelar Final Kompetisi Global Imagine

Ledakan Dunia Digital, Indonesia Turut Sumbangsih


JAKARTA - EMC Corporation, perusahaan yang bergerak di bidang solusi infrastruktur informasi, hari ini mengumumkan hasil riset IDC yang disponsori oleh EMC mengenai tren dan proyeksi perkembangan dunia digital. Hasil riset menunjukkan bahwa volume data digital pada tahun 2007 mencapai 45 Exabytes (EB), setara dengan lebih dari 17 miliar iPhone 8GB.

Dunia digital juga "meledak" lebih daripada yang diperkirakan, dikarenakan oleh pengertian masyarakat yang lebih baik terhadap replikasi data, dan juga pertumbuhan pesat dari ketersediaan kamera, kamera keamanan, dan TV digital. Ledakan ini juga dipicu oleh meningkatnya volume akses Internet di negara berkembang, jaringan sosial yang terdiri dari beragam konten digital persembahan jutaan pengguna, aplikasi berbasis sensor, dan pusat data yang mendukung cloud computing.

Hasil temuan lainnya dari riset tersebut menyatakan bahwa:
1. Pada tahun 2007, volume data digital mencapai 281 miliar gigabytes (281 exabytes), yang berarti 10 persen lebih besar daripada proyeksi sebelumnya,
2. Dunia digital bertumbuh pesat dengan tingkat pertumbuhan tahunan hampir 60 persen. Volume data digital diproyeksikan akan mendekati angka 1,8 zettabytes (1.800 exabytes) pada tahun 2011 atau melonjak 10 kali lipat hanya dalam waktu lima tahun,
3. Jumlah "Bayangan Digital" Anda - yakni, informasi digital mengenai Anda - saat ini lebih banyak daripada jumlah informasi digital yang dibuat oleh Anda sendiri.IDC juga memprediksi bahwa informasi digital akan menggelembung dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 57 persen antara tahun 2006 dan 2010. Sementara itu, di kawasan Asia Pasifik (kecuali Jepang) akan mengalami pertumbuhan 30 sampai 40 persen lebih cepat daripada negara maju.

"Hasil temuan IDC mengenai kebutuhan korporasi saat ini akan solusi infrastruktur informasi komplit dari pengarsipan sampai proteksi dan virtualisasi mengukuhkan ketepatan arah bisnis EMC untuk menjadi perusahaan penyedia solusi total infrastruktur informasi," jelas Country Manager EMC Indonesia dan Pasar Berkembang, Jimmy Yam, kepada okezone dalam keterangan resminya, Selasa (13/5/2008).(cdr) (srn)
Berita Terkait:

* Xandros Ekspansi ke Mobile Internet
* Malware IM Merajai
* Penemu WWW: Web Masih Dalam Masa Pertumbuhan
* Gara-gara Upgrade, Gedung Putih Kehilangan Email
* Mobile Workers, Pangkas Investasi Perusahaan Hingga 35%

GOOGLE SERVICE

VIDEO